Sabtu, 29 Januari 2011

Contoh Laporan Studi Tour


KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohiim,
Dengan mengucapkan puji dan syukur ke khadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada kami. Shalawat beserta salam semoga disampaikan kepada Nabi akhir zaman Habibana Wanabiyyana Muhammad SAW, juga kepada sahabatnya, keluarganya serta para Tabi’in. akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ini dalam bentuk “Makalah”. Makalah yang sangat sederhana jauh sekali dari sempurna, yang kami ajukan sebagai salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) Madrasah Tsanawiyah Babakan Desa Karangampel Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis.
Dalam menyusun dan menyelesaikan karya tulis ini kami mendapat bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
  1. Bapak Nunu Nurul Ihsan, S.Ag., S.Pd. selaku kepala Madrasah Tsanawiyah Babakan.
  2. Bapak/Ibu selaku walikelas kelas kami di Madrasah Tsanawiyah Babakan.
  3. Bapak Haryanto Gunawan, S.Pd. selaku guru Bahasa Indonesia.
  4. Bapak Irin Sahirin selaku pembimbing di lokasi penelitian.
  5. Bapak dan Ibu dewan guru yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
  6. Ayah dan Bunda kami yang telah memberikan dorongan, do’a restu demi kelancaran apa yang kami harapkan.
  7. Saudara-saudara, handai taulan kami serta semua pihak yang telah membantu baik moril maupun materil.
  8. Dan tak lupa rekan-rekan seperjuangan yang sangat kami Cintai dan banggakan.

Atas segala kebijakannya semoga Allah SWT dapat membalasnya dengan balasan yang setimpal sasuai dengan amalannya.
Amiin…
Ciamis,     Desember 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................
BAB I      PENDAHULUAN...........................................................................................
1.1  Latar Belakang............................................................................................
1.2  Perumusan Masalah....................................................................................
1.3  Tujuan Penulisan.........................................................................................
1.4  Metode Pengumpulan Data........................................................................
1.5  Sistematika Penulisan.................................................................................
1.6  Manfaat Penelitian......................................................................................
BAB II    ISI LAPORAN................................................................................................
                 2.1 Kegiatan yang Dilaksanakan.....................................................................
                 2.2  Pembiayaan................................................................................................
BAB III   LAPORAN KEGIATAN................................................................................
                 3.1  Mesjid Istiqlal............................................................................................
                 3.2 Dunia Fantasi.............................................................................................
                 3.3  Gelanggang Samudra Ancol......................................................................
BAB IV   PENUTUP........................................................................................................
                 4.1 Kesimpulan................................................................................................
                 4.2  Saran..........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................












BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Karena pentingnya pendidikan bagi warga (bangsa) Indonesia, maka pemerintah menyelenggarakan satu sistem pendidikan yang disebut Pendidikan Nasional yang diatur dalam Undang-undang. Hal ini tertuang dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 dan 2 yang berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan pengajaran (Ayat 1). Pemerintah mengusahakan dan  menyelenggarakan satu sistem  pendidikan nasional yang diatur dengan UUD (ayat 2).
Salah satu menifestasi dari UUS 1945, maka pemerintah membuat suatu Undan-undang Dasar yang disebut “Undang-undang Pendidikan Nasional”. Dari UU Pendidikan Nasional tersebut, lahirlah yang disebut “Kurikulum Pendidikan” di masing-masing jenjang pendidikan di mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi, termasuk Madrasah Tsanawiyah
Madrasah Tsanawiyah Babakan ini juga termasuk satu wadah pendidikan yang dikelola oleh Departemen Agama RI. Hal ini demi keseragaman pendidikan di seluruh Indonesia tanpa kecuali. Kurikulum pendidikan disebut juga Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) yang memuat segala sesuatu yang berhubungan dengan proses belajar-mengajar. Seperti metode ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan dan lain-lain.
Disamping metode-metode tersebut di atas ada pula yang disebut metode karyawisata, seperti yang dimuat dalam keputusan Menteri Agama RI Nomor 372 tanggal 22 Desember 1993 tentang kurikulum pendidikan dasar (petunjuk proses pelaksanaan belajar-mengajar) untuk menunjang keguatan berlajar-mengajar dapat diguanakan berbagai metode, termasuk di dalamnya metode karyawisata.
Mengingat keputusan Menteri Agama RI tersebut, maka kepala Madrasah Tsanawiyah Babakan mengeluarkan instruksinya yang bernomor MTs.1/s/19/70/08/1993 tentang program kesiswaan yang telah diubah disesuaikan tahun 1995 yang berbunyi: “Bagi setiap siswa kelas 3 yang akan mengikuti Ujian Akhir Negara (UAN) diwajibkan membuat karya tulis yang bahan dan datanya diperoleh dari hasil penelitian di lapangan”.
Dengan berdasar kepada berbagai sumber tersebut di atas akhirnya kami sangat tertarik dan terdorong untuk mengadakan kegiatan karyawisata tersebut. Dan akhirnya sepakatlah kami siswa-siswi MTs Babakan tahun pelajaran 2009/2010 untuk mengadakan karyawisata guna penulisan karya ilmiah ini ke Jakarta.

1.2  Perumusan Masalah
Sehubungan dengan masalah tersebut di atas kami akan mengemukakan alasan yang mendorong kami mengadakan karyawisata sekaligus penelitian ke Jakarta antara lain :
-          Jakarata adalah kota metropolitan dan merupakan Ibukota negara Republik Indonesia.
-          Jakarta sangat syarat dengan data-data yang kami butuhkan untuk jpenulisan karya ilmiah.
Jakarta memanga kota yang penuh keramaian, makannya kami semuanya orang kampung yang jauh dari keramaian kota ingin sekali melihat keramaian dan gemerlapnya kota Jakarta.
Dari sekian luasnya Ibu kota Jakarta dan banyaknya bahan untuk jpenulisan karya ilmiah kami di Ibu kota Jakarata dan demi utnuk mempermudah pemecahan masalah ini kami memilih “Masjid Istiqlal”,  Gelanggang Samudra Ancol (GSA) dan Fantasi (DUFAN) dengan mengambil masalah:
-          Bagaimanakah sejarah Mesjid Istiqlal ?
-          Ada apakah di Gelanggang Samudra Ancol ?
-          Ada apa sajakah di Dufan ?

1.3  Tujuan Penulisan
Karya tulis ini kami susun dengan beberapa tujuan, yaitu:
  1. Memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca tentang isi dan manfaat Mesjid Istiqlal, Gelanggang Samudra Ancol dan Dunia Fantasi.
  2. Untuk memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti UAN di Madrasah Tsanawiyah Babakan.
  3. Untuk menambah wawasan kami tentang Mesjid Istiqlal, Gelanggang Samudra Ancol dan Dunia Fantasi.
  4. Untuk membuktinyatakan bahwa di Indonesia terutama di Mesjid Istiqlal, Gelanggang Samudra Ancol dan Dunia Fantasi banyak sekali manfaatnya dan unsur wisatanaya.

1.4  Metode Pengumpulan Data
Kami mengadakan observasi yaitu pengamatan langsung ke lokasi penelitian.

1.5  Sistematika Penulisan
Karya tulis ini disusun dengan urutan sebagai berikut:
BAB I                              PENDAHULUAN
Dalam bagian ini kami menjelaskan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode pengumpulan dara, sistematika penulisan dan manfaat penelitian.
BAB II                             ISI LAPORAN
                                         Pada bab ini kami menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan
BAB III                           LAPORAN KEGIATAN
BAB IV                           PENUTUP
                                         Kami memuat kesimpulan dan saran

1.6  Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat kami ambil dari kegiatan study tour ini amatlah banyak. Dengan diadakannya kegiatan penelitian yang ditugaskan meneliti tempat-tempat yang cukup penting dan bersejarah ini kami dapat memetik manfaatnya yaitu:
-          Dapat melihat dengan jelas tempat-tempat yang lazim dikatakan sebagai tempat penelitian
-          Dapat mengetahui benda-benda yang ada di sekeliling tempat penelitian tersebut.
-          Juga dapat mengetahui secara luas tentang bagaimana situasi-situasi di tempat penelitian tersebut.










BAB II
ISI LAPORAN

2.1 Kegiatan yang Dilaksanakan
Kegiatan yang dilaksanaakan adalah berupa study tour yang bertujuan ke Jakarta. Dengan tujuan untuk sebuah pelengkap dalam melaksanakan Ujian Akhir Nasional (UAN) dan sebagai ajang penelitian kelompok. Kami di sana melakukan kegiatan berupa meneliti tempat-tempat yang telah ditentukan yang kami anggap penting dan bersejarah. Kegiatan penelitian ini akan disusun yang akhirnya akan berbentuk sebuah makalah.

2.2 Pembiayaan
Biaya yang dikeluarkan oleh setiap sista untuk mengikuti study tour ini total seluruhnya Rp. 285.000.00,-. Tempat yang akan kami kunjungi yaitu:
-          Mesjid Istiqlal
-          Gelanggang Samudra Ancol
-          Dunia Fantasi

















BAB III
LAPORAN KEGIATAN

3.1 Mesjid Istiqlal
Sebelum membahas tentang apa isi Mesjid Istiqlal terlebih dahulu kami akan membahas sedikit tentang sejarah mesjid Istiqlal.
Mesjid Istiqlal merupakan mesjid ke-3 di dunia, dan terbesar di Asia Tenggara. Awal mulanya ada dua orang yang mengusulkan kepada Ir. Soekarno, mereka yaitu Menteri Agama KH. Wahid Hasyim yang tidak lain adalah ayahanda Gusdur (Alm). Dan Anwar Cokroaminoto (Pendiri Syarekat Islam).
Presiden Soekarno akhirnya menyetujui untuk berdirinya mesjid, dengan syarat harus di tengah-tengah jantung Ibu Kota Jakarta yang dulu sebagai pusat pemerintahan Belanda. Ada juga gedung bawah tanah yang dibangun oleh orang-orang Indonesia di bawah pimpinan Belanda. Gereja yang ada di depan Mesjid Istiqlal ini bernama Gereja Katedral yang dibagun pada tahun 1809.
Presiden Soekarno  mengadakan sayembara. Semua insinyur di Indonesia dikumpulkan. Pada waktu itu yang mengikuti sayembara ada 22 insinyur. Diantara ke-22 insinyur yang memengangkannya adfalah Bapak Fredick Silaban, orang Kristen Katolik dari Batak Sumatra Utara. Beliau satu bangku sekolah dengan presiden Soekarno di ITB (Institut Teknologi Bandung). Maka diadakan peletakan batu pertama oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961 berbarengan dengan pecahnya G30 S PKI. Pembangunan mesjid pun menjadi terhambat. Dilanjutkan kembali pembangunannya oleh presiden Soeharto dan diresmikan pada tanggal 22 Februari 1978. Jadi pembangunan mesjid ini yaitu selama 17 tahun.
Mesjid ini luasnya 9 hektar dengan luas bangunan 4 hektar, kapasitas kendaraannya 800 kendaraan, kapasitas tempat ambil air wudhunya ada 600 kran dengankamar mandi yang berjumlah 54 kamar. Mesjid ini mempunyai kapasitas 100.000 lebih jema’ah.
Mesjid ini pun mempunyai banyak simbol:
-          Kubah mesjidnya mempunyai garis tengah 45 m yang melambangkan Indonesia merdeka tahun 1945. Dari bawah ke atas yaitu 17 m yang melambangkan Indonesia merdekan tanggal s17 dan dari tiang ke tiangnya 8 m yang melambangkan kemerdekaan Indonesia pada bulan 8. Kubahnya dikelilingi oleh surat Al-Ikhlas dan ayat Kursi, yang membuatnya ialah KH. Syafei orang Banten. Kubah ini beratnya 3 ton setengah yang di atasnya ada lambang bulan bintang sebagai lambang Islam.
-          Tiang mesjid ini berjumlah 12 yang melambangkan kelahiran Nabi Muhammad SAW yaitu pada tanggal 12 Rabiulawal 571 Masehi, yang dilapisi dengan stainless dari Jerman Barat.
-          Karpetnya berasal dari Saudi.
-          Marmernya dari Tulungagung.
-          Mesjid ini bertingkat 5 yang melambangkan rukun Islam, shalat 5 waktu dan Pancasila.
-          Menara mesjid Istiqlal tingginya 6.666 yang melambangkan ayat dari Al-Qur’an, ke atasnya 100 cm.
Di mesjid Istiqlal juga terdapat beduk yang berumur 360 tahun lebih, dibuatnya dari kayu meranti merah dari Kalimantan Timur. Beduk ini mempunyai garis tengah 2 m, panjangnya 3 m dan beratnya 2 ton setengah. Gendang kulitnya yaitu 1 dari Presiden SBY dan satu dari Yusuf Kala. Beduk ini dipukul setiap 1 minggu sekali setiap hari Jum’at pada pukul 12.00, yaitu oleh Dr. H. Muhasyib Abdul Majid dari Pati Jawa Tengah.
Imam mesjid Istiqlal ada 5, muadzinnya ada 65 dan bergantian 5 hari sekali.
Pembangungan mesjid dari tahun 1961-1978 menghabiskan dana 22 miliar.
Nama-nama imam mesjid Istiqlal:
  1. Ali Hanafiah (Aceh)
  2. Asaduddin Sinaga (Medan)
  3. Zulfat Yasin (Lampung)
  4. Lutfi Lud Mahmud (Banten)
  5. Maktomo Malale (Sulawesi)
Untuk memberikan sedikit wawasan tentang lokasi di mesjid Istiqlal, kami selaku penyusun memberika sedikit wawasan tentang lokasi di mesjid Istiqlal yang disajikan dalam tabel berikut:






Petunjuk Lokasi Lantai Dasar Istiqlal
Area Fungsional
No
Nama Ruang
6
7-8
13-14
18
26
30
31
34
35
47
48
56
57
61
63
66
70
71
74
77
Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Pusat Perpustakaan Islam Indonesia (PPII)
Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI)
Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI)
Badan Musyawarah Orang Islam Wanita Indonesia (BMOIWI)
Dewan Mesjid Indonesia (DMI)
Ruang Sidang BPPMI
Aula Serba Guna
Koperasi Istiqlal (Kostiq)
Lembaga Pengembangan Tilawah Qur’an
Serikat Badan Pelaksana Pengelolaan Mesjid Istiqlal
Imam Besar Mesjid Istiqlal
Sekretaris Eksekutif
Takmir Mesjid Isteqlal
Pembinaan Remaja Mesjid Istiqlal
Badan Penasehatan Pembinaan & Pelestarian Perkawinan Pusan (BP4)
Poliklinik
Kepala Satuan Pengamanan (Kasatpam)
Kepala Pelaksana Teknik (Kalateknik)
Imam Rawatib

Berikut juga kami akan menyajikan nama-nama pintu di mesjid Istiqlal:
Nama Pintu
No.
Al Fattah
Al Quddus
As Salam
Al Malik
Ar Rahman
Ar Rassaq
Al Ghaffar
01 s.d. 12
13
14 s.d. 24
26
31 s.d. 34
39 s.d. 43
50 s.d. 53

3.2 Dunia Fantasi (Dufan)
Sejarah Dufan terletah di Jakarta Utara. Pada tahun 1957 di Jakarta sudah terdapat berbagai macam tempat, misalnya Taman Impian Jaya Ancol. Tetapi sepertinya masyarakat Jakarta masih haus akan tempat rekreasi. Maka pengelola bersama-sama memikirkan untuk menggunakan perpaduan teknologi tinggi mulai tahun 1980. Proyek ini merupakan fantasi (khayalan), maka tidak semua pejabat yang berwenang memberikan sebuah izin membangun sebuah proyek yang menelan dana inbestasi sebesar 12 miliar. Ini dinilai terlalu ambisius untuk sebuah rekreasi. Namun dengan adanya kerja keras yang sanyat tunggi dengan abantuan SALUNTY dan Fartans yakni mengelola Amustment park, akhirunya proyek tersebut dapat dibangun dan diberi nama Dunia Fantasi (Dufan). Dufan dirancang dan ditangangi tenaga ahli Indonesia, dan pembukaannya oleh Memparposi yang waktu itu dijabat oleh Ahmad Tahir.
Di Dufan terdapat banyak permainan yang sanyat menyenangkan, walaupun sebagian permainan sangat memacu adrenalin kami.
Permainannya yaitu:
-          Halilintar
Permainan ini sangat memacu adrenalin orang yang menaikinya. Permainan ini dikhususkan hanya untuk orang yang punya nyali tinggi.
-          Kora-kora
-          Arum Jeram
-          Pontang-panting
-          Bianglala
-          Kuda-kudaan
-          Alap-alap
-          Istana Boneka
-          Rumah Miring
-          Rumah Jail
-          Perang bintang
-          Poci-poci
-          Perahu Ayun
-          3 Dimensi
-          Gajah Bledug
-          Histeria
-          Baku Toki
-          Tornado
-          Niagara-gara
-          Rumah Hantu
-          Rajawali

3.3 Gelanggang Samudra Ancol (GSA)
Di sini banyak sekali hewan-hewan laut diantaranya:
Ø  Paus Putih
Paus Putih ini satu-satunya paus yang ada di Indonesia yaitu yang terletak di Ancol. Habitat asli paus putih adalah di perairan Laut Rusia. Paus Putih biasanya tinggal di daerah Subtropis yang suhunya mencapai 210. Paus Putih ini mempunyai panjang 4 m, dan mempunyai berat sekitar 400 kg. makannya yaitu 40-45 kg ikan segar.
Paus Putih adalah sahabat baru di Gelanggang Samudra. Pentas Paus Putih memiliki lokasi yang sama dengan Pentas Lumba-lumba. Sebagai mamalia laut, Paus putih juga memiliki kecerdasan yang tidak jauh berbeda dengan lumba-lumba. Maka dari itu, satwa lucu ini juga dapat beratraksi yang sangat menarik seperti ; menari dan bernyanyi. Oleh karena kemampuannya bersuara merdu bagaikan penyanyi, maka Paus Putih mendapat julukan spesial yaitu "Si Kenari Laut". Untuk perawatan dan pantauan kesehatan paus putih ditangani oleh tim medis. Tim medis Gelanggang Samudra yang terdiri atas dokter hewan , laboran dan keeper selalu siaga dalam merawat kesehatan semua mamalia yang ada di Gelanggang Samudra. Dan pentas Paus Putih berlangsung pada jam 10.45, 13.30, 16.45.
Paus Beluga atau Paus Putih (Delphinapterus leucas) adalah jenis cetacean yang terdapat di wilayah perairan laut kutub utara dan sekitarnya. Beluga adalah salah satu dari 2 jenis paus keluarga Monodontidae, bersama dengan Narwhal. Mamalia laut ini dikenal secara umum sebagai Beluga atau kenari laut karena ciri khas dari lengkingan suaranya yang tinggi. Panjang Beluga dapat mencapai 5 meter dengan warna tubuh yang putih, sementara kepalanya berbentuk melon.




Ø  Lumba-lumba
Lumba-lumba panjangnya bisa mencapai 2 m, beratnyasekitar 90 kg. Lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan. Lumba-lumba asli dari perairan Laut Indonesia yang berasal dari Kepulauan karimun.
Lumba-lumba bukan ikan melainkan mamalia yang hidup di laut. Perbedaan ikan dengan lumba-lumba yaitu:
a.       Lumba-lumba bernafas dengan paru-paru sedangkan ikan bernafas dengan insang.
b.      Lumba-lumba memiliki bentuk ekor yang horizontal sedangkan ikan berbentuk vertikal.
c.       Jika berenang, lumba-lumba mempunyai gerakan ke atas ke bawah sedangkan ikan ke kiri dan ke kanan.
Pentas mamalia paling cerdas ini memiliki kapasitas 2000 orang. Pentas Lumba-lumba yang dibuka sejak 1974 ini selalu menghadirkan lumba-lumba jenis hidung botol (Tursiops aduncus) yang merupakan hewan asli Indonesia. Anda pasti akan terkesan dan takjub dengan atraksi-atraksi yang ditampilkan oleh sepasang lumba-lumba. Seperti di habitat aslinya di laut lepas, Lumba-lumba sangat terkenal suka bermain-main, berenang dan melompat saat berpapasan dengan kapal nelayan. Sehingga tidak heran apabila di Gelanggang Samudra, lumba-lumba juga suka memberi salam sambutan kepada penonton dengan lompatan-lompatan tangkas dan pintar. Selain itu anda juga dapat kesempatan berinteraksi dengan lumba-lumba seperti dicium lumba-lumba, membelai & memberi makan lumba-lumba dan bahkan dapat berenang bersama lumba-lumba, apabila anda mengikuti program khusus seperti kegiatan pendidikan anak sekolah Behind The Scene maupun program Swimming With Dolphin. Dapatkan memorable experience yang edukatif hanya di Gelanggang Samudra. Dan waktu pertunjukannya pukul 10.45, 13.30, 16.45.
Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulit lumba-lumba.
Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumba-lumba adalah binatang menyusui. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba-lumba adalah kerebat paus dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.
Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara. Lumba-lumba perlu naik ke permukaan untuk bernafas supaya tetap hidup. Lumba-lumba bernafas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalnya. Tubuhnya yang licin dan ramping sangat sesuai untuk berenang. Induk lumba-lumba menyusui anaknya dengan susu yang gurih dan menyediakan energi bagi anaknya supaya cepat besar. Setiap anak lumba-lumba selalu berada di dekat induknya, sehingga ibunya bisa melindungi dari bahaya. Lumba-lumba selalu menjaga hubungan dengan anaknya hingga tumbuh semakin besar. Induk lumba-lumba memanggil anak anaknya dengan siulan khusus yang bisa mereka kenali.
Lumba-lumba hidup dan bekerja dalam kelompok atau disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama. Seekor lumba-lumba tidak bisa tidur nyenyak di bawah air. Ia bisa tenggelam. Oleh karena itu, ia setengah tidur beberapa saat dalam sehari. Lumba-lumba makan cumi dan ikan seperti ikan mullet abu-abu. Kadang kadang Lumba-lumba menggiring kawanan ikan agar mudah ditangkap. Lumba-lumba mencari jalan dengan mengirimkan suara didalam air. Jika suara itu mengenai suatu benda, suara itu akan dipantulkan kembali sebagai gema. Kadang kadang, suara gaduh di laut akibat pengeboran minyak dapat membingungkan lumba-lumba. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima pesan.
Manusia senantiasa tertarik dengan kisah lumba-lumba. Bangsa Romawi telah membuat gambar mozaik lumba-lumba sekitar 2.000 tahun lalu. Sekarang, manusia senang berenang di laut bersama binatang yang pandai dan bersahabat seperti lumba-lumba. Lumba-lumba harus berhati hati terhadap ikan hiu yang mungkin menyerang mereka sewaktu waktu. Mereka melindungi diri dengan gigi giginya, kadang-kadang mereka menggunakan paruhnya sebagai pelantak. Manusia dapat menjala banyak sekali ikan bagi lumba-lumba untuk makanannya. Terkadang, lumba-lumba tertangkap oleh jaring nelayan. Mereka tidak dapat menghirup napas di permukaan, akibatnya mereka tenggelam. Ketika bahan kimia yang berbahaya dibuang ke laut, limbah itu bisa meracuni makanan yang dimakan lumba-lumba. Pembangunan waduk di sungai dan pengeringan danau hanya menyisakan sedikit tempat bagi binatang seperti lumba-lumba Brazil untuk hidup.
Lumba-lumba tergolong sebagai mamalia yang cerdas. Lumba-lumba dapat menolong manusia, bila lumba-lumba sudah terlatih, bahkan lingkaran api pun dapat mereka terobos. Singa laut, spesies primata, ikan paus dan anjing juga termasuk binatang yang cerdas. Lumba-lumba yang sudah terlatih dapat melakukan berbagai atraksi dan mereka juga dapat berhitung, tetapi Lumba-lumba liar belum dapat melakukan berbagai atraksi. Sekarang ini, lumba-lumba dan ikan paus sudah langka, maka lumba-lumba dan ikan paus harus dilindungi. Lumba-lumba dan ikan paus telah mulai dilindungi di seluruh dunia.
Klasifikasi Berdasarkan Taksonomi:
·         Suborde Odontoceti, toothed whales
o    Familia Delphinidae, Lumba-Lumba Samudra
§  Genus Delphinus
§  Lumba-lumba moncong panjang, Delphinus capensis
§  Lumba-lumba moncong pendek, Delphinus delphis
§  Genus Tursiops
§  Lumba-lumba hidung botol, Tursiops truncatus
§  Indo-Pacific Bottlenose Dolphin, Tursiops aduncus
§  Genus Lissodelphis
§  Northern Rightwhale Dolphin, Lissodelphis borealis
§  Southern Rightwhale Dolphin, Lissiodelphis peronii
§  Genus Sotalia
§  Tucuxi, Sotalia fluviatilis
§  Genus Sousa
§  Indo-Pacific Hump-backed Dolphin, Sousa chinensis
§  Lumba-lumba putih China (jenis dari China), Sousa chinensis chinensis
§  Lumba-Lumba bongkok Atlantik, Sousa teuszii
§  Genus Stenella
§  Atlantic Spotted Dolphin, Stenella frontalis
§  Clymene Dolphin, Stenella clymene
§  Pantropical Spotted Dolphin, Stenella attenuata
§  Spinner Dolphin, Stenella longirostris
§  Lumba-lumba belang, Stenella coeruleoalba
§  Genus Steno
§  Rough-Toothed Dolphin, Steno bredanensis
§  Genus Cephalorynchus
§  Lumba-lumba Chili, Cephalorhynchus eutropia
§  Commerson's Dolphin, Cephalorhynchus commersonii
§  Heaviside's Dolphin, Cephalorhynchus heavisidii
§  Hector's Dolphin, Cephalorhynchus hectori
§  Genus Grampus
§  Risso's Dolphin, Grampus griseus
§  Genus Lagenodelphis
§  Fraser's Dolphin, Lagenodelphis hosei
§  Genus Lagenorhyncus
§  Lumba-Lumba bersisi putih Atlantik, Lagenorhynchus acutus
§  Dusky Dolphin, Lagenorhynchus obscurus
§  Hourglass Dolphin, Lagenorhynchus cruciger
§  Lumba-Lumba bersisi putih Pasifik, Lagenorhynchus obliquidens
§  Peale's Dolphin, Lagenorhynchus australis
§  Lumba-lumba moncong putih, Lagenorhynchus albirostris
§  Genus Orcaella
§  Australian Snubfin Dolphin, Orcaella heinsohni
§  Pesut, Orcaella brevirostris
§  Genus Peponocephala
§  Melon-headed Whale, Peponocephala electra
§  Genus Orcinus
§  Paus Pembunuh, Orcinus orca
§  Genus Feresa
§  Paus Pembunuh Kerdil, Feresa attenuata
§  Genus Pseudorca
§  Paus Pembunuh palsu, Pseudorca crassidens
§  Genus Globicephala
§  Long-finned Pilot Whale, Globicephala melas
§  Short-finned Pilot Whale, Globicephala macrorhynchus
o    Familia Platanistoidea, Lumba-Lumba Sungai
§  Genus Inia
§  Boto (Lumba-Lumba Sungai Amazon), Inia geoffrensis
§  Genus Lipotes
§  Lumba-Lumba Sungai China (Baiji), Lipotes vexillifer
§  Genus Platanista
§  Lumba-Lumba Sungai Gangga, Platanista gangetica
§  Lumba-Lumba Sungai Indus, Platanista minor
§  Genus Pontoporia
§  La Plata Dolphin (Franciscana), Pontoporia blainvillei
Enam hewan dalam famili Delphinidae umumnya disebut "paus". Mereka kadang-kadang disebut "blackfish" (ikan hitam):


BAB IV
PENUTUP

4.1  Kesimpulan
Alhamdulillah semua tempat wisata yang telah ditentukan oleh sekolah kami kunjungi dan kami telah melaksanakan penelitian. Hikmah yang dapat kami ambil ialah kita selaku umat manusia wajib melestarikan tempat-tempat bersejarah dan sebagai tempat penelitian. Kasimpulan yang dapat kami ambil yaitu Mesjid Istiqlal adalah tempat beribadah yang harus kita jaga, kita rawat. Dan kami pun merasa bangga karena bisa mengetahui bagaimana isi Mesjid Istiqlal dan masuk ke dalamnya karena selama ini kami hanya melihat melalui televisi, tapi sekarang kami bisa menginjakkan kaki di mesjid Istiqlal. Gelanggang Samudra Ancol adalah tempat dimana kita bisa melihat hewan-hewan yang hidup di perairan & di laut.

4.2  Saran
Dari awal sampai akhir kami telah mengikuti dan melaksanakan kegiatan yang telah ditentukan sekolah yakni meneliti tempat-tempat yang telah ditentukan dan mencatat apa yang ada di tempat itu. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk dirangkum menjadi sebuah makalah. Dan kami pun telah melakukan ke jenjang akhir yakni pembuatan makalah.
Namun, dalam pembuatan maklah oleh kelompok kami tentualah banyak sekali kekurangan. Kami hanya bisa membuat yang sederhana jauh dari sempurna. Dan kamipun tidak banyak meneliti dan mencatat hal-hal yang ada di tempat penelitian yang ditentukan oleh sekolah. Kami sarankan kepada para pembaca supaya dapat memaklumi isi laporan yang kelompok kami buat. Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk bisa mencapai yang lebih baik lagi.





DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Lumba-lumba

0 komentar:

Posting Komentar