Sabtu, 29 Januari 2011

HUSNUZAN DAN TAUBAT



A.    Husnuzan
Kata husnuzan berasal dari bahasa Arab yang terdiri atas husnu dan azh-zhan. Husnu artinya bai dan azh-zhan artinya prasangka, jadi husnuzan artinya berprasangaka baik. Lawan dari husnuzan adalah suuzan, yang artinya berprasangaka buruk.
Orang yang husnuzan ialah orang yang selalu berfikir positif dan tidak pernah berburuk sangka terhadap apa yang dilakukan orang lain. Sedangkan orang yang suuzan ialah orang yang selalu berfikiran negatif dan selalu berburuk sangka terhadap apa yang dilakukan orang lain.
1.      Pengertian Husnuzan Kepada Allah
Husnuzan terhadap Allah artinya menerima semua yang menjadi takdir dan keputusan Allah. QS. Yunus ayat:44 yang artinya:
Sesungguhnya Allah tidak berbuat aniaya kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itu sendiri berbuat anuaya kepada diri mereka sendiri. (QS. Yunus: 44)
2.      Sikap Husnuzan Kepada Allah
a.       Meyakini bahwa Allah Maha Esa (tauhid)
Dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah :225 yang artinya:
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksudkan (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantujn (tidak segera menyiksa orang yang berbuat dosa). (QS. Al-Baqarah: 225)
b.      Bertaqwa kepada Allah
Dejelaskan dalam QS. Al –Hujrat: 14 yang artinya:
Hai mnanusia, sesunggunhnya Kami menciptakan kamu seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengengal. (QS. Al-Hujrat:14)

c.       Berserah diri kepada Allah (tawakal)
Dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah:112 yang artinya:
Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhan dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Al-Baqarah:112)
d.      Menerima dengan ikhlas semua keputusan Allah
Dijelaskan dalam QS. At-Taubah:59 yang artinya:
Jika mereka sungguh-sungguh rida dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah. (Tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka). (QS. At-Taubah:59)

3.      Hikmah Husnuzan kepada Allah
Sikap husnuzan mempunyai hikmah yang besar. Berhusnuzan kepada Allah memiliki hikmah yang banyak, diantaranya seperti berikut.
a.       Selalu optimis dalam menyongsong masa depan
Dijelaskan dalam QS. Az-Zumar:54 yang artinya:
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang emlampaui batas terhadap adiri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
b.      Tidak mudah putus asa
Dijelaskan dalam QS. Yusuf:87 yang artinya:
Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.
c.       Selalu bersyukur kepada Allah
Bersyukur dapat dilakukan dengan cara mempertebal iman dan meningkatkan takwa. Berikut diantara ciri-ciri orang bertakwa:
1)      Surah al-Baqarah ayat 2-5 yaitu mempercayai yang ghaib, menegakan salat, mengeluarkan zakat dan sedekah, mempercayai kitab-kitab samawi, meyakini adanya hari akhir, dan mengikuti hidayah Allah. QS. Al-Baqarah tersebut yang artinya:
(2) Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (3) (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, ayng mendirikan salat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, (4) dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah dirurunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (5) mereka itulah yang tetap mendapat petunguk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
2)      Surah Ali-Imran ayat 134-135 yaitu mampu berinfak baik dalam keadaan sulit maupun longgar, mampu menahan marah, pemaaf, selalu berbuat baik, jika berbuat salah sadar dan istigfar serta tidak mengulangi.
Artinya:
Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila menherjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengambuni dosa selain Allah? Dan merekan tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui.
3)      Surah az-Zariyat ayat 16-20, yaitu mengambil apa saja yang diberikan Allah kepadanya, selalu berbuat baik, di waktu malam sedikit tidurnya, istighfar di waktu sahur (tahajud di waktu sepetiga akhir malam), selalu sedekah dan zakat, mampu mengambil pelajaran apa yang ada di muka bumi.
Artinya:
(16) Sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik, (17) Mereka sedikit tidur di waktu malam (18)Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). (19) Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang moskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (20) Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasan Allah) bagi orang-orang yang yakin.
4)      Hadis rasul untuk Muads bin Jabal, beliau memberi nasihat tentang takwa, yaitu kata-kata jujur, menepati janji (termasuk mengembalikan utang), melaksanakan amanah (tanggung jawab), menjaga tetangga (demi baiknya), sayang kepada anak yatim, kata-katanay lemah lembut, selalu berbuat baik, berusaha mewujudkan cita-cita, menepati sebagai orang beriman, membenarkan akhirat, paham (beruasaha paham) terhadap Al-Qur’an, takut kepada hisab, selalu berusaha mengurangi dosa (seperti banyak melangkahkan kaki ke mesid untuk beribadah).
B.      Tobat
1.      Pengerian Tobat dan Dasar-dasarnya
a.       Pengertian Tobat
Kata tobat itu berasal dari bahasa Arab (taba-yatubu-taubatan) yang artinya kembali. Secara terminologi tobat diartikan seperti berikut:
1)      Menurut Imam Ghazali kembali mengikuti jalan yang benar setelah menempuh jalan yang salah.
2)      Menurut Hasib Ash Shiddiq berpindah dari keadaan dibenci dan dikutuk oleh Allah kepada keadaan yang diridai dan dicintai-Nya.
Dengan demikian orang yang bertobat kepada Allah kembali dari hal-hal yang terlarang (akhlak tercela) kepada hal-hal yang diperintahkan (akhlak terpuji).
b.      Dasar-dasar Tobat
Dasar-dasar tobat adalah sebagai berikut:
1)      Surah At-Tahrim ayat 8 yang artinya:
Hai orang-orang beriman, berobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.
2)      Surah An-Nur ayat 31 yang artinya:
Dan berobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang beriman agar kamu beruntung.
3)      Hadis Nabi SAW yang artinya:
Hai manusia, bertobatlah dan mintalah ampunan kepada Allah, karena sesungguhnya, aku bertobat seratus kali sehari. (HR Muslim)
4)      Hadis Nabi SAW yang artinya:
Stiap manusia (dapat berbuat) salah, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah itu yang mau bertobat. (HR. Tirmizi, Ibnu Majali, dan Hikmah)
Seorang muslim tidak boleh merasa terlambat bertobat, kapan saja, di mana saja, Allah akan menerima tobat siapa pun sebelum byawa belum sampai di tenggorokan (sakaratul maut).

2.      Persyaratan Melakukan Tobat
Tidak semua tobat itu bisa diterima oleh Allah. Allah hanya mau menerima tobat seseorang jika memnuhi persyaratan tertentu. Adapun persyaratan tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Menyadari kesalahan yang diperbuat
Pelaku dosa tidak akan bisa melakukan tobat jika tidak mampu menyadari perbuatannya. Karena itu pelaku dosa harus mampu menyadarkan dirinya atas dosa-dosa yang telah dilakukannya.
b.      Menyesali kesalahan
Meskipun pelaku dosa telah mengakui dan menyadari kesalahannya, namun untuk menyesali dan berhenti dari perbuatan tersebut sangatlah sulit, maka sangat dibutuhkan kesabaran dan dubutuhkan bimbingan orang yang lebih mengetahui masalah agama.
c.       Memohon ampun kepada Allah
Rasulullah telah menganjurkan kepada umatnya yang beiman agar selalu memohon ampunan (istighfar) kepada Allah. Dan beliau mencontohkan dirinya sendiri, bahwa dia sehari memohon ampunan (istighfar) sebanyak seratus kali.
d.      Berjanji tidak akan mengulangi kesalahan dan tidak berbuat kesalahan lain
Pelaku dosa harus mampu berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan dosa. Karena bila teulang,kemudian bertaubat, kemudian terulang lagi, maka Allah SWT akan menempatkannya di jahanam.
e.       Memperbanyak berbuat kebaikan
Bertobat selain berhenti dari perbuatan dosa, harus rajin melakukan kebaikan hingga habis umurnya.
QS. Toha:82 yang artinya:
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar (petunjuk Allah).


3.      Hikmah Tobat
Tobat selain menjadi kewajiban setiap muslim, juga memiliki hikmah seperti berikut:
a.       Orang yang bertobat akan dicintai Allah. QS al-Baqarah yang artinya:
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan orang-orang mensucikan dirinya.
b.      Orang yang bertobat akan delapangkan rezekinya oleh Allah dan dimudahkan segala urusannya. Dalam suatu hadis ditegaskan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar bagi orang yang bertobat (beristighfar) dan Allah juga akan mengganti kesusahan dengan kegembiraan serta akan memberikan rezeki kepadanya tanpa diduga-duga.
c.       Orang yang bertobat akan disucikan hatinya dari segala dosa-dosa.
Membersihkan noda hitam di hati itu dengan memperbanyak berbuat kebaikan, karena dengan berbuat kebaikan bisa menhapus dosa-dosa yang telah dilakukan, dalam berbuat kebaikan itu didasari hati yang ikhlas hanya karena mencari rida Allah.
QS. Hud: 114 yang artinya:
Sesungguhnya kebaikan itu bisa menghapus kejelekan.
4.      Contoh perilaku orang yang bertobat:
§  Lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu disebabkan takut terjerumus lagi ke dalam dosa.
§  lebih giat beramal karena merasa khawatir dosanya belum diampuni oleh Allah Swt.
§  Seorang penjahat, perampok, penjudi, pemerkosa, pelaku zina dia bertobat memohon ampunan kepada Allah SWT atas semua perbuatan dosanya selama ini, dia bertobat dengan sungguh sungguh (taubat nasuha), dia menyesali atas segala perbuatan dosanya selama ini dan dia berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.
5.      Contoh perilaku husnuzan:
§  Seseorang yang ditimpa musibah/ keinginannya tidak terkabulkan tetap berhusnuzan kepada Allah dan yakin bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik kepadanya dan dibalik musibah yang menimpanya pasti ada hikmah yang dapat ia ambil
§  Seorang istri berhusnuzan kepada suaminya yang akan bepergian jauh, bahwa suaminya tidak akan berbuat yang tidak diinginkannya.
§  Seorang atasan selalu berhusnuzan kepada para bawahannya dan tidak menuduh/ menyalahkan yang tidak tidak.
§  Seseorang yang senantiasa taat kepada Allah, bersyukur apabila mendapatkan kenikmatan, bersabar dan ikhlas apabila mendapatkan ujian serta cobaan, yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share It

Artikel Terbaru