Selasa, 08 Januari 2013

Tips Meningkatkan Penjualan Tanpa Mengeluarkan Biaya Tambahan

Tung Desem Waringin, okezone.com

HASIL yang sangat berbeda dapat diberikan hanya oleh perbedaan headline sebuah iklan. Sering kali terjadi banyak perusahaan pemasang iklan mencantumkan nama perusahaan sebagai headline-nya. Hasilnya adalah banyak orang yang akan mengabaikan iklan tersebut karena nama perusahaan dirasa tidak memberikan keuntungan untuk para calon konsumen.


Oleh sebab itu, seharusnya headline suatu iklan adalah

suatu hal yang paling menguntungkan bagi para calon konsumen atau para konsumen. Boleh saja menggunakan headline dengan nama perusahaan tetapi dengan huruf yang lebih kecil, kemudian penawarannya dengan huruf lebih besar.

Banyak perusahaan melakukan aktivitas periklanannya dengan memberikan sensational offer yang luar biasa namun merupakan “partai rugi”. Itu adalah bentuk kelemahan yang cukup serius, yang akan berdampak kurang baik dalam peningkatan produktivitas perusahaan.


Meskipun perusahaan memberikan sensational offer, janganlah sampai merugi. Perusahaan tetap harus untung meskipun hanya dalam jumlah kecil. (Bisa dengan melakukan cross-selling, rugi di depan tapi untung secara keseluruhan. Dan hal itu harus selalu diukur).


Memberikan sensational offer harus berlandaskan pada prinsip keuntungan, yaitu aktivitasnya harus tetap mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Seandainya kita ingin merevolusi kegiatan marketing sebuah perusahaan, satu hal yang perlu kita perhatikan dengan saksama adalah kekuatan headline iklan yang kita buat.


Bahkan, dalam buku The One Minute Millionare karangan Mark Victor Hansen & Robert G Allen, dicontohkan bahwa ada perusahaan musik besar di Amerika membuat iklan hanya dengan perbedaan satu huruf pada headline-nya ternyata bisa memberikan hasil yang jauh lebih baik dengan perbandingannya 1:8. Headline iklan tersebut adalah:

• "Put Music into Your Life"• "Puts Music into Your Life"

Hanya dengan menambahkan satu huruf "s" pada kata kerja "put", hal ini mampu menghasilkan omzet delapan kali lebih besar karena dianggap sangat sensitif.


Ketika membuat iklan, kita harus sungguh-sungguh memerhatikan headline-nya. Ingat, aktivitasnya harus selalu dites dan diukur. Jauh lebih baik apabila headline iklan mengandung sensational offerproduk yang ditawarkan, bukan menuliskan nama perusahaan kita.


Bagian paling atas harus lebih dulu memuat keuntungan yang akan diterima oleh para calon konsumen. Hal itu dimaksudkan agar mereka membaca lebih dulu headline iklan tersebut. Selanjutnya, di bagian bawahnya dapat dicantumkan informasi yang mendorong seseorang untuk segera bertindak. Menurut survei (uji pasar/tes market), prinsip "show me the money" benar-benar lebih mendatangkan hasil.


Maka agar iklan menghasilkan, perusahaan harus berani mengubah headline yang tidak menghasilkan, melakukan tes dan ukur agar tidak banyak uang yang terbuang sia-sia.


Sumber : Klik di sini

0 komentar:

Posting Komentar